Selasa, 27 Agustus 2019

pengertian hadits


Pengertian hadits
            Hadits atau al-hadits menurut bahasa di sebut dengan al jadid minal asyya(sesuatu yang baru),lawan dari qodim(sesuatu yang dekat).hal ini mencakup sesuatu (perkataan) baik itu banyak ataupun sedikit.hadits juga sering disebut dengan al-khabar (yang berarti berita) yaitu sesuatu yang di percakapkan dan di pindahkan dari seseorang kepada orang lain dan ada kemungkinan ada benar atau salahnya,yang sama maknanya dengan hadits.
                Menurut istilah terminology,para ahli memberikan definisi (ta’rif) yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang disiplin ilmunya.dan adapun ahli hadits mendefinisikan istilah hadits hampir sama dengan sunah (murodif,yang mana keduanya memiliki arti segala sesuatu yang  bersal dari rosul,baik setelah di angkat ataupun sebelumnya).akan tetapi kalau kita memandang lafadz hadits secara umum adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw. Setelah diangkat menjadi nabi ,yang berupa ucapan,perbuatan,dan taqrir beliau.oleh sebab itu,sunah lebih umum daripada hadits sebagaimana hadits berikut:
“segala perkataan nabi,perbuatan,dan hal ihwalnya”
Ada juga yang memberikan pengertian lain mengenai hadits yaitu :
                “sesuatu yang di sandarkan kepada nabi SAW baik berupa perkataan,perbuatan,taqrir,maupun sifat beliau.”
                Sedangkan ahli ushul hadits adalah segala perkataan rosul,perbuatan dan taqrir beliau,yang bisa dijadikan dalil bagi hukum syar’i.oleh karena itu,menurut ahli ushul yang tidak ada sangkut pautnya dengan hukum tidak tergolong hadits, seperti urusan pakaian.
                “segala perkataan,segala perbuatan dan segala taqrir nabi,yang bersangkut-paut dengan hukum.”
                Jadi dari arti hadits diatas dapat di simpulkan yang tidak masuk kedalam hadits adalah sesuatu yang tidak bersangkut-paut dengan hukum,seperti urusan pakaian.
B.Pengertian Sinonim Kata Hadits dan Contoh-contohnya
1.       Sunnah
a.       Pengertian Sunnah
Menurut bahasa,sunnah bermakna jalan yang akan di jalani,terpuji,atau tidak sesuatu tradisi yang sudah di biasakan dan sudah mendarah daging dikalangan masyarakat,sebagaimana Nabi SAW bersabda:
“sesungguhnya kamu akan mengikuti sunnah (perjalanan-perjalanan) orang yang sebelummu,sejengkal demi sejengkal,sehasta demi sehasta,sehingga sekiranya mereka memasuki sarang dlap (serupa biawak),sungguh kamu memasukinya juga.(H.R. Muslim)
Sunnah menurut istilah muhaddisin (ahli hadits) ialah segala yang di nukilkan dari nabi SAW baik berupa perkataan,perbuatan,maupun berupa taqrir,pengajaran,sifat,kelakuan,perjalan hidup baik yang demikian itu sebelum nabi SAW diangkat menjadi rosul,maupun sesudahnya.
Sunnah menurut pendapat (istilah ushul fiqih) ialah segala yang di nukilkan dari nabi SAW baik perkataan maupun perbuatan,ataupun taqrir yang berkaitan dengan hukum.sebagaimana yang tercantum dalam perkataan sunnah dalam sabda nabi berikut ini:
“sesungguhnya telah saya tinggalkan untukmu dua hal,tidak sekali-kali kamu sesat selama kamu berpegang teguh padanya yakni kitabullah dan sunnah rosulnya.(H.R.Malik)
b.       Contoh-contoh hadits(sunnah)
1)     Contoh hadits ucapan :
“segala amalan itu mengikuti niat (orang yang meniatkan).”(H.R.Al Bukhori dan Muslim)
2)     Contoh hadits perbuatan:
“bersembahyanglah kamu bagaimana kamu melihat aku bersembahyang.”(H.R.Bukhori dan Muslim dari Malik)
3)     Contoh hadits Taqrir

2 komentar:

Refleksi dan Tawaran Baru Dalam Filsafat "Integrasi Rasio dan Hati"

  Refleksi dan Tawaran Epistemologi Baru dalam Filsafat "Epistemologi Baru: Integrasi Rasio dan Hati" Oleh : Dewi Badrul Kharirot...