Rabu, 18 September 2019

essay bertema pendidikan berbasis madrasah


Pentingnya Pendidikan Berbasis Madrasah
            Di Indonesia, banyak sekali pendidikan berbasis madrasah. Madrasah merupakan salah satu tempat untuk menimba ilmu, baik ilmu umum maupun agama. Dalam hal ini, menjadikan madrasah sebagai prasarana dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Di madrasah nantinya akan banyak  menjelaskan mengenai pengetahuan keagamaan  begitupun kegiatannya antara lain:sholat, mengaji setiap pagi, dan pelaksanaan  kegiatan PHBI.
            Sekarang ini, banyak orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya di sekolah yang berbasis madrasah. Di sanalah akan banyak mencetak siswa-siswi yang sholih dan sholihah. Jika bersekolah di madrasah  akan lebih mudah menuju masa depannya  karena pasti sudah membawa bekal ilmu pengetahuan yang cukup juga membentuk perilaku anak yang baik dan sopan.
            Belakangan ini, banyak orang yang menyepelekan pendidikan di madrasah. Menurut pandangan orang lain, jika bersekolah di madrasah (aliyah) dan  lulus dari sana akan sulit mendapat pekerjaan karena tidak bisa langsung terjun ke lapangan pekerjaan juga belum memiliki pengalaman kerja yang cukup. Terkadang ada pula yang membanding-bandingkan sekolah yang berbasis madrasah dengan sekolah umum dari segi kualitas pendidikannya.
            Padahal jika dilihat-lihat banyak lulusan madrasah yang tidak kalah karirnya dengan lulusan  sekolah lain. Misalnya, sekarang ini banyak lulusan madrasah yang meneruskan ke perguruan tinggi yang diinginkannya. Juga banyak pula para pejabat tinggi dan orang-orang terpandang lainnya yang merupakan lulusan dari madrasah. Itu karena dulunya beliau bersekolah dengan sungguh-sungguh dan tidak memperdulikan perkataan orang lain yang menganggap buruk sekolah yang berbasis madrasah. Jadi, jika kita bersekolah di madrasah dan bersekolah dengan serius, rajin, menghormati guru, dan bertawadhu’ kepada guru, insya allah pekerjaan akan datang dengan sendirinya.
            Maka dari itu, jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, carilah tempat untuk menambah ilmu yang sekiranya baik, misalnya sekolah yang berbasis madrasah. Agar nantinya bisa menjadi generasi muda yang berbudi pekerti luhur dan baik, serta berakhlaqul karimah. Gapailah ilmu setinggi-tingginya supaya nanti bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan ilmunya dapat dijadikan bekal di akhirat kelak.
Semoga bermanfaat



Selasa, 27 Agustus 2019

peradaban islam


Beginilah Peradaban Bangsa Arab sebelum Islam Datang
Pada masa sebelum kedatangan Islam di Arab dikenal dengan zaman jahiliyah. Periode jahiliyah ini dalam Islam, adalah masa yang tidak mengenal agama tauhid yang membuat moralitas mereka menjadi minim.
Pada saat itu, masyarakat Arab memiliki kebiasaan buruk seperti minum minuman keras, berjudi, berzina, dan menyembah berhala.
Bangsa Arab ini telah menganut berbagai macam agama, akhlak, adat istiadat, dan aturan sebelum Islam datang. Agama Islam bertemu dengan agama jahiliyah.
Pada saat agama Islam ini datang, membawa pembaharuan di berbagai bidang termasuk akhlak, hukum, serta aturan hidup. Kedua kepercayaan ini saling berbenturan dalam waktu yang cukup lama.
Mengenal peradaban bangsa Arab sebelum Islam datang, tidak lengkap bila tidak mempelajari sejarah bangsa Arab.

Agama Bangsa Arab sebelum Islam Datang
Agama orang Arab sebelum Islam adalah Paganisme, Yahudi, dan Kristen. Pagan ini merupakan agama mayoritas mereka. Ratusan berhala berbagai bentuk ditempatkan di sekitar Kaabah. Agama pagan ini bahkan sudah ada sejak sebelum Nabi Ibrahim.
Nenek moyang bangsa Arab awalnya memeluk agama Nabi Ibrahim, namun ajaran ini akhirnya pudar. Mereka lalu membuat patung berhala dari batu, yang menjadi sarana untuk berhubungan dengan Tuhan.
Semangat keagamaan yang amat kuat mendorong bangsa Arab untuk melawan dan memerangi agama Islam saat Islam datang. Namun ibadah dan praktik keagamaan sering tidak dilaksanakan oleh Arab Badui.
Mereka terlalu mencintai kehidupan bebas sehingga mereka pun ingin bebas dari aturan agama. Agama dianggap sebagai pengikat kebebasannya, oleh karenanya mereka sering menyelewengkan aturannya.
Di antara mereka ada yang menyembah bintang-bintang, pohon, batu-batuan, binatang, bahkan menyembah raja mereka. Ini terjadi karena mereka sulit untuk memercayai Tuhan yang abstrak.
Setelah terputus dengan nabi Ibrahim sebagai juru penerang, mereka kembali menyembah berhala. Berhala-berhala itu terbuat dari batu dan didirikan di Kakbah. Agama Nabi Ibrahim bercampur aduk dengan kepercayaan menyembah berhala ini.
Hal yang membuat bangsa Arab menyembah berhala adalah karena setiap orang yang meninggalkan kota Mekah, selalu mengambil batu dari tanah sekitar Kakbah. Setelah itu mereka merasa dirinya lebih terhormat. Sementara Kakbah tetap memiliki kedudukan yang tinggi.
Seni dan Budaya sebelum Islam Datang

Sementara itu peradaban bangsa Arab sebelum Islam terkait kebudayaan dan seninya, bisa dikatakan sangat berkembang di jazirah Arab.
Bahasa Arab penuh dengan syair dan kosa kata yang indah. Mereka senang berkumpul mengelilingi para penyair yang sangat dihormati untuk mendengarkan syair-syairnya.
Di samping sebagai penyair, orang Arab Jahiliyah sangat mahir berpidato dengan bahasa yang indah. Seperti para penyair, para ahli pidato pada masa itu memiliki derajat yang tinggi.
Negeri Yaman adalah tempat berkembangnya kebudayaan yang sangat penting di Jazirah Arab sebelum Islam datang. Bangsa Arab ini memang termasuk bangsa yang bercita rasa seni yang tinggi.
Tidak semua negeri di Jazirah Arab memiliki kebudayaan Islam. Negeri Iran yang tumbuh dengan budaya Persia, sangat berbeda dengan kebudayaan orang Arab pada umumnya. Demikian juga Mesir dengan kebudayaan zaman Fir’aunnya.
Di wilayah Jazirah Arab yang memiliki budaya Arab adalah Timur Tengah serta sebagian negara Afrika Utara seperti Tunisia, Maroko, Aljazair, dan Libia.
Setelah Islam datang semua kebudayaan di Jazirah Arab mulai saling memengaruhi satu sama lain, sehingga terjadi akulturasi dan asimilasi.
Bisa dikatakan peradaban mereka sudah maju, sehingga bahasa Arab pun menjadi populer layaknya bahasa Eropa saat ini. Bahasa Arab ini sangat berkontribusi terhadap penyebaran agama Islam di seluruh dunia.
Kondisi Sosial Ekonomi Bangsa Arab sebelum Islam Datang
Keadaan sosial ekonomi masyarakat Arab sangat dipengaruhi oleh posisi geografisnya. Sebagian besar wilayah Arab merupakan daerah yang gersang dan tandus, kecuali wilayah Yaman yang terkenal subur dan lokasinya strategis sebagai lalu lintas perdagangan.
Di bagian tengah jazirah Arab – karena merupakan pegunungan yang tandus – Arab Badui berpindah-pindah dari satu lembah ke lembah lain di pedalaman. Mereka adalah para peternak yang mencari rumput untuk ternak.
Sedangkan suku-suku yang berdiam di wilayah yang subur -terutama di sekitar oase- mengembangkan pertanian dengan menanam buah-buahan dan sayur-sayuran.
Sementara mereka yang tinggal di perkotaan biasanya berdagang. Keahlian mereka dalam perdagangan menentukan kehidupan sosial ekonomi mereka. Mereka bahkan melakukan perjalanan dagang ke negeri Syam di musim panas dan ke Yaman di musim dingin.
Perekonomian bangsa Arab sebelum Islam datang sangat bergantung pada perdagangan ini dibandingkan peternakan apalagi pertanian. Orang Arab memang dikenal sebagai pedagang yang tangguh hingga bepergian jauh ke negeri tetangga.
Dalam bidang sosial politik, masyarakat Arab pada masa jahiliyah tidak memiliki sistem pemerintahan yang mapan dan teratur.
Sebelum datangnya Islam bangsa Arab juga sudah mampu mengembangkan ilmu pengetahuan. Orang Babilonia -yang pindah karena diserang Persia ke negeri Arab- membantu perkembangan ilmu astronomi mereka.
Bangsa Arab sebelum kedatangan Islam dikenal pemberani dalam membela pendirian. Mereka teguh pendiriannya dalam mempertahankan cara hidup yang sudah menjadi kebiasaan.
Namun di masa jahiliyah ini moral dan perilaku mereka memang sangat rusak sehingga disebut kaum jahiliyah.
Penutup

Demikianlah peradaban bangsa Arab sebelum Islam datang yang meliputi  kepercayaan, seni budaya, dan sosial ekonomi mereka.
Zaman yang disebut dengan Jahiliyah, saat mereka membangkang kepada kebenaran dan terus melawannya, sekalipun tahu bahwa itu benar.
Semoga bermanfaat dan menambah khasanah pengetahuan tentang Islam kita.


pengertian hadits


Pengertian hadits
            Hadits atau al-hadits menurut bahasa di sebut dengan al jadid minal asyya(sesuatu yang baru),lawan dari qodim(sesuatu yang dekat).hal ini mencakup sesuatu (perkataan) baik itu banyak ataupun sedikit.hadits juga sering disebut dengan al-khabar (yang berarti berita) yaitu sesuatu yang di percakapkan dan di pindahkan dari seseorang kepada orang lain dan ada kemungkinan ada benar atau salahnya,yang sama maknanya dengan hadits.
                Menurut istilah terminology,para ahli memberikan definisi (ta’rif) yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang disiplin ilmunya.dan adapun ahli hadits mendefinisikan istilah hadits hampir sama dengan sunah (murodif,yang mana keduanya memiliki arti segala sesuatu yang  bersal dari rosul,baik setelah di angkat ataupun sebelumnya).akan tetapi kalau kita memandang lafadz hadits secara umum adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw. Setelah diangkat menjadi nabi ,yang berupa ucapan,perbuatan,dan taqrir beliau.oleh sebab itu,sunah lebih umum daripada hadits sebagaimana hadits berikut:
“segala perkataan nabi,perbuatan,dan hal ihwalnya”
Ada juga yang memberikan pengertian lain mengenai hadits yaitu :
                “sesuatu yang di sandarkan kepada nabi SAW baik berupa perkataan,perbuatan,taqrir,maupun sifat beliau.”
                Sedangkan ahli ushul hadits adalah segala perkataan rosul,perbuatan dan taqrir beliau,yang bisa dijadikan dalil bagi hukum syar’i.oleh karena itu,menurut ahli ushul yang tidak ada sangkut pautnya dengan hukum tidak tergolong hadits, seperti urusan pakaian.
                “segala perkataan,segala perbuatan dan segala taqrir nabi,yang bersangkut-paut dengan hukum.”
                Jadi dari arti hadits diatas dapat di simpulkan yang tidak masuk kedalam hadits adalah sesuatu yang tidak bersangkut-paut dengan hukum,seperti urusan pakaian.
B.Pengertian Sinonim Kata Hadits dan Contoh-contohnya
1.       Sunnah
a.       Pengertian Sunnah
Menurut bahasa,sunnah bermakna jalan yang akan di jalani,terpuji,atau tidak sesuatu tradisi yang sudah di biasakan dan sudah mendarah daging dikalangan masyarakat,sebagaimana Nabi SAW bersabda:
“sesungguhnya kamu akan mengikuti sunnah (perjalanan-perjalanan) orang yang sebelummu,sejengkal demi sejengkal,sehasta demi sehasta,sehingga sekiranya mereka memasuki sarang dlap (serupa biawak),sungguh kamu memasukinya juga.(H.R. Muslim)
Sunnah menurut istilah muhaddisin (ahli hadits) ialah segala yang di nukilkan dari nabi SAW baik berupa perkataan,perbuatan,maupun berupa taqrir,pengajaran,sifat,kelakuan,perjalan hidup baik yang demikian itu sebelum nabi SAW diangkat menjadi rosul,maupun sesudahnya.
Sunnah menurut pendapat (istilah ushul fiqih) ialah segala yang di nukilkan dari nabi SAW baik perkataan maupun perbuatan,ataupun taqrir yang berkaitan dengan hukum.sebagaimana yang tercantum dalam perkataan sunnah dalam sabda nabi berikut ini:
“sesungguhnya telah saya tinggalkan untukmu dua hal,tidak sekali-kali kamu sesat selama kamu berpegang teguh padanya yakni kitabullah dan sunnah rosulnya.(H.R.Malik)
b.       Contoh-contoh hadits(sunnah)
1)     Contoh hadits ucapan :
“segala amalan itu mengikuti niat (orang yang meniatkan).”(H.R.Al Bukhori dan Muslim)
2)     Contoh hadits perbuatan:
“bersembahyanglah kamu bagaimana kamu melihat aku bersembahyang.”(H.R.Bukhori dan Muslim dari Malik)
3)     Contoh hadits Taqrir

Refleksi dan Tawaran Baru Dalam Filsafat "Integrasi Rasio dan Hati"

  Refleksi dan Tawaran Epistemologi Baru dalam Filsafat "Epistemologi Baru: Integrasi Rasio dan Hati" Oleh : Dewi Badrul Kharirot...